Dialogue Series on International Maritime Security Issues from Indonesia & Japan Perspectives “National Seminar on Maritime Diplomacy” Menuju Diplomasi Maritim yang Modern dan Inovatif.

Kategori: Kegiatan
Ditulis oleh Ivana Andi Sabani, Muhammad Salim

Berkaitan dengan diplomasi maritim, Indonesia adalah salah satu pemain utama dalam membentuk norma-norma maritim yang secara berhasil menambahkan pengakuan adanya negara kepulauan dalam UNCLOS pada tahun 1982 dan secara jangka panjang Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri dan TNI AL, terus menerus bernegosiasi mengenai kawasan perbatasan maritim Indonesia serta eksis berpatroli di kawasan laut Indonesia demi  menjaga kedaulatan. Dalam konsep Poros Maritim Dunia yang mengedepankan diplomasi maritim dalam satu pilarnya, maka perlu pengkajian serta diformulasikan kembali sebuah diplomasi maritim yang modern dan inovatif, dengan cakupan isu yang lebih luas dan aktor yang lebih beragam serta dapat menjadi strategi kreatif dalam menghadapi kompleksitas dan resiko permasalahan yang terjadi dalam hubungan antarnegara/non-negara.

Dengan adanya level yang kita jumpai saat ini, Indonesia harus menemukan ulang diplomasi maritimnya terutama mengenai visi poros maritim dunia yang menggaris bawahi pentingnya strategi kreatif dalam menghadapi kompleksitas antar aktor dan harus bisa mengeksplorasi model alternatif mengenai diplomasi dari berbagai negara sahabat yang sudah memiliki strategi maritim yang lebih memadai dan lebih lengkap. Jepang adalah salah satu contoh negara yang telah membangun rencana dasar kebijakan kelautan yang diluncurkan pada tahun 2007, kerangka ini berkaitan dengan prinsip yang berkaitan dengan lingkungan dan keselamatan, ilmu pengetahuan, industri, tata kelola kemitraaan internasional. Prinsip yang terakhir menunjukkan bahwa Jepang juga memiliki kepentingan yang sama untuk menciptakan dan mewujudkan relasi yang baik dengan negara tetangganya.

“National Seminar on Maritime Diplomacy” adalah kegiatan seminar pertama dalam rangkaian “Dialogue Series on International Maritime Security Issues from Japan and Indonesia Perspectives”. Diskusi mengenai isu keamanan maritim dengan topik diplomasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan isu berikut: Pertama, isu maritim antar negara saling berkaitan dan tumpang tindih, sehingga hubungan diplomatik yang baik isangat penting untuk memastikan lingkungan yang kondusif dan menghindari sengketa atau konflik di masa depan, serta memberikan fondasi yang kokoh bagi setiap negara untuk secara maskimal meningkatkan sektor maritim. Kedua, visi dalam kebijakan Presiden Joko Widodo yang memposisikan maritim menjadi salah satu sektor utama dalam mendukung ekonomi dan pembangunan, dengan jaminan mampu menjalin hubungan diplomatik yang baik sebagai salah satu pilar utama untuk mendukung visi tersebut.  Ketiga, kompleksitas dari masalah-masalah konvensi dan juga masalah kontemporer dalam sektor maritim yang sudah pasti telah menimbulkan tantangan yang signifikan. Seminar pertama ini akan mendiskusikan dan mengeksplorasi sejauh mana implementasi diplomasi maritim Indonesia dan bagaimana pengalaman Jepang memajukan bidang maritimnya. Pada seminar bagian selanjutnya agenda pembahasan mengenai sumber daya maritim di area perbatasan (Februari) dan tentang keamanan maritim regional (Maret).

Dalam kegiatan ini, menghadirkan pembicara dari berbagai macam latar belakang dan ahli pada bidangnya, antara lain:

  1. Prof. Mariko Kawano (Profesor dari Universitas Hukum Internasional) yang membahas tentang setting pada norma-norma atau hukum yang berlaku, peran UNCLOS beserta fungsinya dalam menjaga zona kemaritiman.
  2. Prof. Hideaki Kaneda (The Japan Institute of International Affairs), materi yang diberikan berupa pemahaman mengenai alur strategis dari segi geopolitik. Selain itu juga dibahas sikap Jepang dalam menghadapi persoalan-persoalan tentang kemaritiman. Melalui persepektif yang ada terkait dengan prosedur dan tindakan oleh pemerintah Jepang untuk meminimalisasi persoalan maritim di negaranya.
  3. Dr. Siswo Pramono (Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan, dari Kementerian Luar Negeri Indonesia) membahas tentang alur strategis dalam sudut pandang ekonomi politik praktis. Dibahasa pula tentang konektivitas dan juga dampak politis dari adanya suatu hubungan yang terjalin suatu negara dengan negara lainnya. Serta menyinggung hal-hal mengenai potensi besar yang dimiliki Indonesia pada bidang kemaritiman.
  4. Dr. Adriana Elizabeth (Kepala Pusat Penelitian Politik dari LIPI) yang berbicara tentang pengenalan disukusi dalam kegiatan ini, kemudian disambung dengan diplomasi kemaritiman, kerjasama strategis antara Indonesia dengan Jepang, dan sekaligus memberikan kesimpulan atas dialog yang telah dilakukan selama rangkaian acara.

Pentingnya diplomasi maritim sebagai langkah konkret atas eksistensi sektor maritim, terutama bagi Indonesia. Adanya potensi yang besar pada sektor kemaritiman di Indonesia menjadi perhatian khusus dan menjadi tugas bersama dalam upaya menjaga seluruh komponen yang ada di laut Indonesia. Sikap yang diberikan oleh pemerintah dan para stakeholder yang terlibat di dalamnya menjadi penting mengingat dalam wujudnya, sektor maritim di tiap-tiap negara pasti memiliki tantangan yang cukup besar.

Seminar ini memberikan ruang gerak bagi berbagai pihak untuk berdiskusi membahas persoalan pada skala nasional dan internasional tentang dunia kemaritiman. Khususnya bagi Indonesia sendiri yang saat ini memiliki tujuan besar yakni menjadi negara yang dapat menjadi poros maritim dunia. Hal tersebut tentu bukan hal yang mudah jika tidak diimbangi dengan adanya ketegasan sikap dari para pemangku kebijakan sesuai dengan porsi masing-masing. Peninjauan terhadap perspektif Jepang dalam hal serupa juga menjadi rujukan penting bagi Indonesia untuk mengambil poin penting yang nantinya dijadikan sebagai acuan guna melaksanakan tahap demi tahap dalam pengembangan sektor kemaritiman. (Ivana Andi Sabani, Muhammad Salim)