Kunjungan Delegasi Shanghai Academy of Social Science.

Kategori: Kegiatan
Ditulis oleh Lidya Christin Sinaga

Pada tanggal 13 November 2017, Pusat Penelitian Politik LIPI mendapat kunjungan dari delegasi Office of International Cooperation, Shanghai Academy of Social Sciences (SASS). Delegasi ini terdiri dari Xu Mingqi (Former Deputy Director, Research Professor, Institute of World Economy SASS), Shen Yuliang (Research Professor, Head of International Trade Research, Institute of World Economy SASS), Wang Bin, dan Lu Junrong (keduanya adalah Deputy Director, Research Professor, Office of Think Tank Construction Coordination SASS). Kunjungan ini bertujuan untuk mendiskusikan upaya yang harus dilakukan Shanghai agar dapat berperan aktif dalam Belt and Road Initiative, khususnya di bidang perdagangan dan jasa keuangan di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.

Kunjungan delegasi dari Shanghai ini merupakan sebuah terobosan baru mengingat selama ini Shanghai secara tradisional lebih fokus pada hubungan dengan negara-negara Eropa dan Amerika Serikat yang merupakan pusat ekonomi internasional. Namun, seiring promosi Belt and Road Initiative, pemerintah Tiongkok mendorong agar Shanghai yang mempunyai pelabuhan terbesar di dunia, untuk semakin memperluas interaksinya dengan kawasan lain di luar Eropa dan AS.

Dalam diskusi yang berlangsung selama dua jam ini, ada beberapa hal penting yang patut digarisbawahi untuk peningkatan peran bagi Shanghai dan manfaat bagi Indonesia. Pertama, seiring meningkatnya investasi Tiongkok di masa yang akan datang, penting bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk belajar mengenai hubungan Indonesia-Tiongkok dan pasar Indonesia. Salah satu yang paling penting adalah bagaimana perusahaan-perusahaan Tiongkok seharusnya menyediakan after sale service bagi produk-produknya di Indonesia, hal yang selama ini belum dilakukan secara maksimal di Indonesia.  Selain itu, perlu mendorong joint venture antara perusahaan lokal Indonesia dengan perusahaan manufaktur Tiongkok. Bagaimanapun juga, Belt and Road Initiative tidak hanya mendorong agar Indonesia mengekspor produk-produknya ke Tiongkok, tapi sebaliknya juga mendorong agar Tiongkok bisa mengekspor lebih banyak produknya ke Indonesia.

Kedua, bagi Indonesia, penting untuk lebih terbuka dan tidak terlalu khawatir dengan investasi Tiongkok, serta memperlakukan perusahaan Tiongkok sama seperti perusahaan Jepang. Selama ini, Indonesia masih memiliki sejumlah kekhawatiran terhadap investasi Tiongkok.  Selain itu, untuk memperluas impor Tiongkok terhadap produk-produk Indonesia, Indonesia perlu untuk lebih intensif dalam memperkenalkan produk-produknya ke Tiongkok, yang secara potensial mempunyai pasar yang sangat besar. Hingga saat ini, baru Thailand yang bisa memanfaatkan pasar ini dengan maksimal. Thailand mengekspor buah-buahan tropis ke pasar Tiongkok. Padahal, Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar, khususnya untuk produk buah mangga dan kopi yang kini semakin disukai anak-anak muda di Tiongkok. Untuk itu, penting bagi Indonesia untuk mengembangkan pasar dan memperkenalkan produk-produknya di Tiongkok. Indonesia secara gradual harus mengurangi hambatan perdagangannya dengan Tiongkok dan terus meningkatkan nilai tambah produk sebelum memasuki pasar Tiongkok, sehingga akhirnya pasar produk Indonesia di Tiongkok dapat terus meningkat.

Ketiga, terkait meningkatnya proyek infrastruktur Tiongkok di Indonesia, khususnya jalan, delegasi dari SASS menggarisbawahi bahwa hal tersebut sangat terkait dengan pepatah Tiongkok yang menyebutkan bahwa “jika kamu ingin menjadi kaya, pertama-tama harus membangun jalan.” Jalan sangat penting untuk memasarkan hasil perdagangan ke pasar yang lebih luas. Pengalaman inilah yang ingin dibagi oleh Tiongkok karena faktanya, beberapa wilayah di Asia Tenggara yang tertinggal memang mempunyai sarana infrastruktur jalan yang minim. Namun demikian, Tiongkok menyadari bahwa logika dasar ini saja tidak cukup dan harus dibarengi dengan peningkatan hubungan finansial, budaya, dan people to people links. Untuk itu, Tiongkok kini memperluas cakupannya melalui peningkatan kunjungan/seminar/pertemuan, termasuk antar think tank kedua negara. Tiongkok menyadari sepenuhnya bahwa “good political relations will result in good economic relations.” Untuk itu, peningkatan people to people links sebagaimana yang dilakukan delegasi SASS dalam kunjungannya kali ini, akan terus ditingkatkan di masa yang akan datang. (Lidya Christin Sinaga)