Dialog Membedah Visi Politik dan Ekonomi Calon Pemimpin Indonesia 2019-2024

Kategori: Kegiatan
Ditulis oleh Khanisa dan Putri Ariza

Semakin dekatnya jadwal Pemilu Serentak 2019, menjadikan visi-misi capres dan cawapres penting untuk didiskusikan. Dengan mengetahui visi dan misi mereka diharapkan publik bisa lebih yakin dalam menetapkan pilihan. Pengetahuan mengenai visi dan misi juga penting untuk mengetahui dasar program-program yang akan dirancang para capres dan cawapres. Atas dasar inilah, Pusat Penelitian Politik bekerjasama dengan Insperon Consulting Group mengadakan “Dialog Pilpres: Evaluasi Program Capres Bidang Politik dan Ekonomi” pada Kamis, 28 Maret 2019, bertempat di Ballroom Hotel Sultan Jakarta.

 

Dialog ini dibuka oleh Deputi Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan, Prof. Dr. Tri Nuke Pudjiastuti. Dalam sambutannya, Prof. Nuke menyebutkan bahwa Pemilu 2019 merupakan gelaran yang istimewa karena untuk pertama kalinya pemilu eksekutif dan legislatif diadakan serentak. Selain itu beliau juga menekankan bahwa pemerintah mendatang perlu memandang penting empat hal, yaitu arsitektur pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan; strategi untuk mencapai pemerataan pembangunan, khususnya di Indonesia Timur; pembangunan manusia dan penguasaan IPTEK; serta pemantapan ketahanan nasional juga tata kelola pemerintahan. Selanjutnya, Aru M, Direktur Insperon Consulting Group, menggarisbawahi aspek menarik dari Pemilu 2019 yaitu bahwa pilihan cawapres dari masing-masing pasangan, Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno, memiliki latarbelakang dan jarak usia yang sangat berbeda. Ketua KPU RI, Arief Budiman, sebagai pembicara kunci memberikan catatan positif mengenai acara ini. Menurutnya, acara dialog ini memberikan ruang diskusi yang lebih luas dan bebas antara perwakilan dua capres-cawapres. Ia menambahkan dengan forum terbuka semacam ini, dialog akan lebih panjang dan rinci serta memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya lebih jauh.

 kpu

Sebelum masuk pada acara utama yaitu dialog dengan perwakilan dua capres-cawapres, Prof. Dr. Syamsuddin Haris, peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI, memberikan pengantar diskusi. Prof Haris melemparkan sebuah pertanyaan mendasar, yaitu “sejauh mana visi para capres dan cawapres yang bersaing dalam Pemilu 2019 bisa menjawab aneka persoalan bangsa di bidang politik dan ekonomi?”

 

Dengan moderator Chacha Annisa, dialog kali ini menghadirkan Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma’ruf dan Badan Pemenangan Nasional (BKN) pasangan Prabowo-Sandi. Hasto Kristianto dan Arif Budimanta ditunjuk mewakili TKN untuk memaparkan visi politik dan ekonomi Jokowi-Ma’ruf, sedangkan BKN diwakili oleh Fadli Zon dan Sudirman Said. Kubu TKN menyatakan pentingnya politik yang sederhana dan membumi serta keterhubungan dengan tradisi dan kebudayaan bangsa. TKN juga mengarisbawahi beberapa prioritas di bidang ekonomi, yaitu infrastruktur, sumber daya manusia, stabilitas dan keadilan ekonomi. Sementara itu, BKN dalam bidang politik menyoroti gagasan Prabowo Subiyanto mengenai “Indonesia menang, rakyat adil makmur”. Visi bidang ekonomi dari BKN sejalan dengan visi politiknya, bahwa diperlukan upaya pemerataan karena pembangunan ekonomi belum dapat memberi keuntungan pada semua lapisan masyarakat.

 

Prof. Firman Noor, Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI sebagai pembahas dalam Dialog Pilpres ini menggarisbawahi kritik penting bahwa visi-misi yang disampaikan masih terkesan dipermukaan dan belum banyak mengeksplorasi terkait pemantapan kembali kedaulatan rakyat. Sedangkan pembahasan bidang ekonomi yang dilakukan oleh Dr. Asep Suryahadi, Direktur the SMERU Research Institute mempertanyakan program kedua kubu pada aspek pangan, ketenagakerjaan, dan daya beli masyarakat. (Khanisa dan Putri Ariza)

narsum1

 narsum2

fn

Foto Bersama