Peluncuran dan Bedah Buku “Revolusi, Diplomasi, Diaspora: Indonesia, Tiongkok, dan Etnik Tionghoa, 1945-1967”

Kategori: Kegiatan
Ditulis oleh Administrator

jepang1Nusantara seringkali diidentikkan sebagai sebuah melting pot dimana orang dari berbagai belahan dunia bertemu dan bersosialisasi. Masyarakat yang kemudian terbentuk memiliki karakter kebhinekaan yang menjadikan Indonesia hingga saat ini. Namun, perjalanan itu tidak berjalan mulus bagi semua kelompok masyarakat. Masyarakat Tionghoa adalah salah satu etnik yang kerap kali menjadi objek prasangka dikarenakan sigma-stigma yang dilekatkan pada mereka. Era 1945-1967 merupakan masa yang krusial bagi hubungan masyarakat Tionghoa dengan Pemerintah Indonesia, juga hubungan Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sendiri.

 

Hal ini lah yang secara mendalam diulas dalam buku “Revolusi, Diplomasi, Diaspora: Indonesia, Tiongkok, dan Etnik Tionghoa, 1945-1967” karya seorang akademisi Nanyang Technological University, Singapura, Dr. Taomo Zhou. Buku ini secara khusus diulas dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku yang diadakan atas kerja sama Penerbit Buku Kompas dan Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI pada 29 Juli 2019. Bertempat di Ruang Seminar PDDI LIPI, peluncuran buku ini tidak hanya menghadirkan Taomo Zhou, tetapi juga tiga orang pembahas yang pakar dalam bidangnya masing-masing, yaitu Prof. Dr. Asvi Warman Adam dan Prof. Dewi Fortuna Anwar, keduanya profesor riset di Pusat Penelitian Politik LIPI, serta Johanes Herijanto, PhD, pemerhati masalah Tionghoa dan pengajar Universitas Pelita Harapan Jakarta, dengan moderator Lidya Christin Sinaga, MA, peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI.

 

Ketiga pembahas mengungkapkan signifikansi buku ini terhadap pemahaman akan kompleksitas permasalahan yang dialami masyarakat Tionghoa di Indonesia saat ini. Prof. Asvi Warman Adam mengatakan bahwa buku ini melengkapi pengetahuan mengenai dinamika masyarakat Tionghoa yang juga telah ditulis Hong Liu dalam “Sukarno, Tiongkok dan Pembentukan Indonesia 1949-1965”. Menambahkan pengayaan yang dibawa pada buku ini, Johanes Herlijanto memaparkan bahwa buku ini menyajikan fenomena terkait masyarakat Tionghoa yang melampaui batas nasional dimana pertarungan memperebutkan pengaruh antara RRT dan Taiwan terutama pasca perang Komunis-Nasionalis 1945-1949, juga akhirnya turut memengaruhi masyarakat Tionghoa di Indonesia yang membawa implikasi politik tersendiri. Prof. Dewi Fortuna Anwar juga memberikan pujian pada buku ini karena ditulis dengan perspektif yang sangat kaya dan memberi konteks yang sangat mendalam mengenai Tionghoa. Menurut Prof. Dewi, buku ini sangat menarik karena memuat cuplikan dialog antara pentolan Partai Komunis Indonesia DN Aidit dan tokoh komunis sekaligus pendiri Republik Rakyat Tiongkok, Mao Zedong. Lebih jauh Prof. Dewi juga mengkritisi bahwa benar Beijing tidak terlibat langsung dengan peristiwa G30S/PKI, sebagaimana argumen utama dalam buku ini, namun menurutnya, bukan berarti Beijing tidak mendukung upaya PKI jika suatu saat akan merebut kekuasaan.

 

Peluncuran buku yang merupakan publikasi dari disertasi Zhou di Cornell University-Amerika Serikat ini dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai kalangan yang sangat antusias memberikan sudut pandang mereka tentang perkembangan sejarah yang terjadi. Naskah disertasi ini sebelumnya diterjemahkan oleh Prof. A. Dahana, Guru Besar Sinologi (Chinese Studies) Universitas Indonesia. Kekuatan buku Taomo ini terletak pada keuletan Taomo untuk menggali data yang diperoleh pada momen deklasifikasi ribuan dokumen Kementerian Luar Negeri Tiongkok yang dibuat antara 1949 sampai 1965, di sekitar Juni 2006 hingga November 2008. Zhou mampu mengeksplorasi kompleksitas masalah yang harus dihadapi masyarakat Tionghoa dalam perspektif domestik dan internasional. Zhou juga bertemu langsung dengan generasi-generasi Tionghoa dari Indonesia yang harus berpindah ke Tiongkok karena dianggap akan menebarkan komunisme pada masa 1945-1967. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas ini diharapkan dapat membuka wacana diskusi lebih dalam tentang masyarakat Tionghoa dan dinamika politik, sosial serta ekonomi di Indonesia. (Khanisa)

jepang