Seminar Akhir Hasil Penelitian Pusat Penelitian Politik LIPI Tahun 2019 (3)

Kategori: Kegiatan
Ditulis oleh Administrator

Hari ketiga pelaksanaan seminar akhir hasil penelitian Pusat Penelitian Politik LIPI, 7 November 2019, diisi dengan presentasi dari dua tim penelitian. Pertama, tim kajian Etnik Tionghoa dengan koordinator Lidya Christin Sinaga, SIP, MA. Lidya mempresentasikan hasil penelitian timnya dengan judul “Penguatan Hak Sipil dan Etnik Tionghoa: Studi Kasus di Singkawang dan Tangerang”. Hadir sebagai pembahas naskah laporan ini adalah Didi Kwartanada dan moderator Imam Syafi’i, S.Hum, M.Hum. Ada tiga rekomendasi yang dirumuskan oleh tim terkait partisipasi politik etnik Tionghoa dalam upaya-upaya untuk menghilangkan sentimen atau prasangka yang telah sejak lama dilekatkan kepada etnik Tionghoa, yaitu mendorong partisipasi politik etnik Tionghoa baik melalui jalur politik formal, seperti partai politik, maupun keterlibatan dalam organisasi sosial; mendorong untuk berjejaring dengan organisasi atau gerakan-gerakan lintas etnik agar segala hal berkenaan dengan diskriminasi agama dan etnik menjadi bagian dari perjuangan yang dilakukan organisasi atau gerakan lainnya yang lebih luas; mendorong agar partisipasi politik etnik Tionghoa mampu menjadi penyeimbang kebijakan politik.

 

Kedua, tim penelitian Politik Luar Negeri yang mempresentasikan hasil penelitiannya berjudul “Politik Luar Negeri Indonesia sebagai Kekuatan Menengah: Pola Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi”. Nanto Sriyanto, SIP, MA selaku koordinator menyampaikan pemaparan dengan pembahas Dr. Siswo Pramono dari Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri dan moderator Hayati Nufus, S.Hum, MA. Menurut Nanto, terlepas dari keterbatasan sasaran diplomasi ekonomi Indonesia dewasa ini, secara keseluruhan Indonesia masih tetap memainkan peran sebagai kekuatan menengah dalam bidang ekonomi. Indonesia telah tampil sebagai kekuatan menengah dilihat dari kombinasi tiga aspek utama, middlepowermanhood, middlepowerdom, dan middlepowermanship, ditambah dengan pengakuan dari negara-negara lain yang juga merupakan faktor penting dalam penilaian mengenai peran kekuatan menengah.

 

Sebagai penutup rangkaian seminar akhir penelitian selama tiga hari ini, acara ditutup dengan evaluasi dari koordinator kelompok penelitian politik lokal, politik nasional, dan politik internasional. (Lidya Christin Sinaga)

Doc3

Doc4