Tahun 2009

Diskusi “Hubungan Australia-Indonesia di Bawah Kepemimpinan PM Kevin Rudd”

Pusat Penelitian Politik LIPI pada tanggal 6 November 2009 mengadakan diskusi dengan Prof. Colin Brown, Guru Besar Ilmu Politik- Indonesianist dari Australia. Diskusi ini mengangkat tema “Hubungan Australia-Indonesia di Bawah Kepemimpinan Kevin Rudd” dengan moderator Dr. Ganewati Wuryandari.

Bagi Colin, Kevin Rudd pintar di simbolisme. Rudd adalah generasi baru, yaitu generasi media massa elektronik. Selain simbolisme ini, menurutnya, tidak banyak perbedaan antara Kevin Rudd dan John Howard, perdana menteri sebelumnya. Namun diakui, dibanding Perdana Menteri lainnya, Rudd memang lebih mengenal Asia dan merupakan perdana menteri Australia pertama yang bisa berbahasa Asia, yaitu bahasa Cina dan menguasai bahasa asing apapun. Colin menganggap harapan sebagian besar orang Australia akan Kevin Rudd tampaknya terlalu berlebihan.

Terkait Papua, menurut Colin, baik Rudd maupun John Howard mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan satu syarat, yaitu tidak berlawanan dengan kehendak rakyatnya karena sebenarnya NKRI yang utuh justru menguntungkan Australia, yaitu menguntungkan hubungan internasional Australia. Lebih jauh Colin mengatakan ”Saya melihat pemisahan Papua dari NKRI akan menimbulkan korban jauh lebih banyak daripada Timor-Timur. Saya tidak percaya Indonesia akan melepaskannya (Papua) karena ongkosnya sangat mahal”.

Hal penting yang patut diperhatikan dalam hubungan Australia-Indonesia adalah bahwa saat ini animo masyarakat Australia untuk belajar bahasa Indonesia jauh menurun dibanding, misalnya, 15 tahun yang lalu, yaitu ketika perekonomian Indonesia masih kuat.  Sekarang, banyak program bahasa Indonesia di Universitas-universitas Australia yang ditutup karena tidak ada peminatnya, sebut saja di Griffith University dan Curtin University. Bagi mereka, apa yang bisa diimpikan dengan belajar bahasa Indonesia saat ini?. Bagaimana kita menangani hal-hal seperti ini?. Inilah yang sebenarnya harus kita pikirkan. (Lidya Christin Sinaga)