Tahun 2013

Rilis Aksi Menuntut Turunnya Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Aksi Solidaritas Atas Tindakan Represif Aparat Terhadap Massa Aksi dan Sekretaris Jendral (Sekjen) Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bintar Lulus Pradipta

Kategori: Tahun 2013
Dilihat: 1771

Merdeka!!!

Gmni Jaya!!!

Marhaen Menang!!! 

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Yogyakarta melakukan aksi penolakan terhadap kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sekaligus aksi solidaritas atas tindakan represif aparat kepolisian yang terjadi atas Sekretaris Jendral (Sekjen) Presidium GmnI, Bintar L. Pradipta. Tindakan represif aparat tersebut terjadi sesaat setelah kenaikan harga BBM, tepatnya pada Sabtu, 22 Juni 2013, dini hari.

Peristiwa represif aparat tersebut bermula saat terjadi demonstrasi di beberapa tempat di Indonesia terkait rencana pemerintah mengenai kenaikan harga BBM. GMNI menjadi salah satu elemen pergerakan yang tidak sepakat dengan alasan pemerintah tersebut karena berpegang kepada beberapa analisis. Dalam beberapa aksi di Jakarta maupun di daerah-daerah, tidak sedikit para demonstran yang mengalami tindakan kekerasan dari aparat kepolisian.

Salah satu peristiwa demonstrasi berujung kepada pembakaran pos polisi Megaria, Jakarta pada Jumat 21 Juni 2013, pukul 23.00 WIB. Saat itu, barikade yang dibuat mahasiswa di depan Universitas Bung Karno (UBK) dijebol polisi yang langsung merangsek masuk ke Universitas Bung Karno (UBK). Dalam situasi yg kacau, tiba-tiba terjadi ledakan molotov yang disusul oleh gas air mata. Merasa keadaan makin kacau, elemen mahasiswa memutuskan mundur secara serentak dan langsung dikejar oleh 5 motor polisi.

Sekjen GMNI, Bintar, sudah berada di depan rombongan menunggu Sonia, anggota GMNI yang tertinggal di belakang barisan. Melihat anggotanya  tertinggal, Bintar memutuskan untuk mundur dan menyelamatkannya. Namun tiba-tiba terdengar letusan senjata di dekat Sonia dan Sekjen GmnI. Ketika keadaan kacau dan asap gas air mata memenuhi sekitaran mereka, tiba-tiba Bintar ditabrak motor polisi. Sekjen dipaksa menyerah oleh polisi.

Setelah Sekjen GMNI menyerah, dia langsung dipukuli hingga tersungkur. Setelah itu Bintar diamankan di Polres sekitar pukul 01.00. Setelah kejadian tersebut, beberapa anggota GMNII mencari info keberadaan pimpinan mereka. Dari Polres, mereka mendapat keterangan bahwa Bintar dirujuk ke RS Bhayangkara, Kramat Jati, Jakarta. Hingga saat ini, Bintar masih terbaring di RS Bhayangkara.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, DPC GMNI Yogyakarta melakukan aksi yang dimulai pada Sabtu malam bertempat di KM O, Yogyakarta. Aksi lanjutan kemudian dilaksanakan pada Minggu siang bertempat di depan Mapolda DIY. Dalam aksi tersebut, DPC GMNI mengusung 5 poin tuntutan, yakni:

1.       Turunkan harga Bahan Bakar Minyak;

2.       Menentang tindakan represif aparat terhadap aksi-aksi menuntut turunnya harga BBM;

3.       Mengusut tuntas kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian secara hukum terhadap demonstran di berbagai daerah dan pemukulan terhadap Sekjen Presidium GMNI Bintar L. Pradipta;

4.       Tolak usaha kriminalisasi yang dilakukan oleh aparat terhadap Sekjen GmnI Bintar L. Pradipta;

5.       Menuntut untuk segera mengeluarkan Sekjen GMNI Bintar L. Pradipta dari RS. Bhayangkara.

Poin-poin tersebut berusaha disampaikan langsung oleh massa aksi kepada Kapolda DIY Brigjen Haka Astana. Namun, perwakilan dari Kapolda DIY beralasan Kapolda DIY tidak berada di kantor karena bukan hari kerja. Karenanya perwakilan Kapolda DIY menjanjikan untuk menyediakan ruang bertemu antara DPC GMNI Yogyakarta dan Kapolda DIY pada hari kerja (Senin, 24 Juni 2013). Massa aksi GMNI pun menerima tawaran tersebut dan kembali mendatangi Mapolda pada Senin, 24 Juni 2013. Namun ternyata Kapolda tidak bisa bertemu dengan massa aksi GMNI dengan berbagai alasan.

Meski demikian, DPC GMNI Yogyakarta tetap berpegang pada janji yang diberikan oleh pihak Mapolda dan memutuskan untuk menunggu hingga Kapolda DIY mendatangi massa aksi guna berdialog dengan mereka. Pihak Mapolda sendiri menjanjikan ulang bahwa Kapolda akan menemui mereka pada besok (Selasa, 25 Juni 2013) pukul 07. 00 WIB. Menanggapi hal tersebut, massa aksi memutuskan untuk bertahan di depan Mapolda DIY dengan mendirikan posko hingga pihak Mapolda menepati janji untuk mempertemukan mereka dengan Kapolda DIY.

Demikian rilis ini dibuat sebagai penjelasan mengenai aksi yang dilakukan oleh DPC GMNI Yogyakarta. 

Yogyakarta, 24 Juni 2013 

Ketua DPC GMNI Yogyakarta                                                                   Koordinator Lapangan  

  

(Wachid Hasyim)                                                                                  (Zulkarnaen)