Tahun 2013

Pertemuan Curah Pikir Penyusunan RPJMN dan RENSTRA LIPI 2015-2019

Kategori: Tahun 2013
Dilihat: 2543
Tim PME (Perencanaan, Monitoring & Evaluasi) P2P LIPI  memenuhi undangan dari Sestama LIPI dalam acara ”Curah Pikir Penyusunan RPJMN dan RENSTRA LIPI 2015-2019” di hotel Sahid, Jakarta, tanggal 9 Oktober 2013. Acara ini dihadiri oleh semua kedeputian yang ada di lingkungan LIPI, termasuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) LIPI.

Acara dibuka oleh Sestama LIPI, Dr. Akmadi Abbas. Dua narasumber dari Bappenas menyampaikan background study RPJMN 2015-2019. Melalui forum tersebut LIPI diharapkan memberikan masukan yang berarti dalam rangka penyusunan RPJMN.

Acara dilanjutkan dengan persentasi dari Biro Organisasi dan Kepegawaian LIPI (BOK LIPI), terkait e-SKP.  Dalam presentasinya, BOK LIPI menyampaikan bahwa tahun 2012-2013, e-SKP sudah dimulai. Sampai dengan saat ini sudah mencapai angka 70% atau sekitar 3000-an pegawai LIPI yang telah mengisi e-SKP. Walaupun dalam proses pengisiannya berada dalam tahapan yang berbeda-beda. Ada yang mengisi baru sampai tahap A, tahap B, tahap C, dan ada yang sudah sampai tahap terakhir. Pada tahun 2014 e-SKP akan wajib diberlakukan di lingkungan LIPI.

Saat ini web e-SKP sedang dalam proses perbaikan (versi 2). Beberapa point penting di e-SKP versi 2: antara lain (a) peran operator di setiap satker. Di awal tahun, operator harus sudah mengisi Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Penetapan Kinerja (PK) yang in line dengan Renstra masing-masing satker). (b) PK diharapkan sudah selesai di awal tahun, sehingga operator bisa langsung input datanya di e-SKP. (c) e-SKP versi 2 akan ada rekap tahunan dan triwulan. Dalam rekap tahunan bisa di breakdown ke laporan per bulan. Detail soal e-SKP versi 2, pihak BOK LIPI akan mengadakan roadshow ke setiap satker.

Dr. Mesdin Simarmata dari Direktorat Industri, Iptek dan Parekraf, Bappenas, dalam paparannya menyampaikan bahwa sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM) dan Iptek menjadi kata kunci di RPJMN 2015-2019. Selain itu, dalam penyusunan RPJMN, di mana masing-masing daerah harus ada/punya keunggulan: peternakan di NTT, kelautan di Sulawesi, dan lain sebagainya. Dr. Mesdin juga menyampaikan bahwa Iptek diharapkan dapat mengatasi masalah yang muncul dari masalah-masalah yang ada. Perlu juga diketahui bahwa Iptek tidak hanya dari LIPI, tetapi bisa juga bisa dari perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Lebih lanjut Dr. Mesdin menambahkan, akan ada tiga buku terkait RPJMN yaitu: buku pertama soal prioritas nasional, buku kedua soal strategi pembangunan bidang, serta buku ketiga pengembangan wilayah. Ketiga buku ini satu sama lain saling melengkapi.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Mesdin juga menyampaikan bahwa pihak Bappenas berharap agar LIPI (a) dapat menyampaikan hasil-hasil kajian LIPI yang dianggap layak untuk penyusunan RPJMN 2015-2019; (b) dapat memberikan nilai tambah untuk di daerah-daerah melalui hasil riset Iptek; (c) memfasilitasi forum komunikasi untuk para peneliti dan pengelola pembangunan di daerah-daerah.

Dalam waktu dekat, LIPI diharapkan juga bisa memberikan masukan berupa naskah akademik, dengan meliputi topik bahasan: 1) SDA yang berkelanjutan; 2). Pemberdayaan masyarakat; 3) Global village dan 4) Pemberdayaan ekonomi.

Sesi berikutnya adalah penyampaian draft Renstra LIPI 2015-2019. Penyusunan Renstra LIPI diketuai oleh Prof. Ir. Iskandar Zulkarnain (kedeputian IPK LIPI). Dalam sambutannya, Prof. Ir. Iskandar Zulkarnain menyampaikan bahwa saat ini ada dua road map di LIPI; road map Reformasi Birokasi dan road map Renstra, sehingga membuat bingung pihak Kemen PAN-RB. LIPI  harus tentukan, mana yang akan dipakai untuk dijadikan landasan utamanya.

Dalam menyusun Renstra beberapa aspek yang harus diperhatikan, antara lain background study RPJMN 2015-2019, Konferensi PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan (Rio+20), The Millennium Development Goals (MDGs) yang bertransformasi menjadi Sustainable Development Goals (SDGs).

Selanjutnya Prof. Eko Baroto Waluyo yang diminta untuk menyampaikan draft Renstra LIPI 2015-2019. Dalam paparannya Prof. Eko menyampaikan bahwa penelitian-penelitian LIPI harus bersifat BSN: Besar, Siginifikan dan Nyata. Beliau juga sampaikan bahwa core values  LIPI adalah "LIPI PASTI BARU!”. PASTI BARU memiliki arti : PASTI (Professional, Adaptive, Scientific integrity, Teamwork, Inovatif ) BARU (Being Accountable, Responsible, Utilizing resources).

Dalam akhir sambutannya, Prof. Eko menyampaikan bahwa masing-masing satuan kerja/kedeputian dapat memberikan masukan terhadap draft Renstra LIPI untuk nanti disampaikan di tim kecil. Di mana tim kecil ini yang akan menserasikan masukan-masukan dari masing-masing satker/kedeputian. (Prayogo)