Timur Tengah

Media sosial dapat menyuarakan perdamaian

Kategori: Middle East Affairs
Ditulis oleh Administrator Dilihat: 1256

Pengamat Timur Tengah Hamdan Basyar mengatakan, media sosial mempunyai kekuatan yang dahsyat untuk menyuarakan dan menyebarkan perdamaian bagi seluruh masyarakat dunia.

Dalam diskusi ilmiah "Peran Media Sosial dalam Advokasi Kebijakan Publik" di Jakarta, mengubah opini publik.

Seperti turunnya Presiden Tunisia Zine Al-Abidin bin Ali dan Presiden Mesir Hosni Mubarak yang telah puluhan tahun berkuasa, karena pengaruh media sosial di dunia maya.

“Itu menunjukkan betapa kuatnya peran media sosial dalam kehidupan masyarakat, “ ujar Hamdan, yang juga Peneliti Bidang Politik Timur Tengah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Menanggapi serangan Israel ke Gaza, Hamdan menyebutkan, yang terjadi ketika media massa hanya mendukung salah satu pihak, maka pihak lain akan menjadi korban yang dianggap salah.

 “Hamas misalnya dianggap sebagai teroris, sehingga dianggap pihak yang salah bila ada konflik dengan Israel,” ujarnya.

Obama mendukung serangan Israel terhadap Gaza. Sebaliknya, dia menyalahkan Hamas sebagai biang keladi timbulnya masalah. Ia lupa ingatan, tidak melihat serangan Israel telah membunuh banyak warga Gaza, termasuk anak-anak dan perempuan.

Menurutnya, hal itu bukan berarti di Israel maupun di Amerika tidak ada warga yang pro perdamaian. Walaupun kelompok ini kecil, mereka memprotes serangan Israel ke Gaza.

Sayangnya media sosial kurang menyuarakan yang seperti ini dan kurang menjadikannya sebagai diskusi harian. Kalau ini terus dikembangkan, perdamaian akan menjadi kebutuhan warga di lingkungan yang bersangkutan, tambahnya.

Diskusi diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI diikuti paera peneliti, praktisi, mahasiswa, wartawan dan umum. Acara dibuka oleh Kepala P2P LIPI Prof. Syamsudin Harris. (R-011/R-022/R-005).

Webs : mirajnews.com
Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.