Sosok

Kepala Pusat Penelitian Politik: Dr. Firman Noor, MA (Hons)

Kategori: Sosok
Ditulis oleh Ridho Imawan Hanafi Dilihat: 622

newFNSejak 9 Oktober 2017, Pusat Penelitian Politik LIPI mempunyai Kepala Puslit yang baru. Beliau adalah Dr. Firman Noor, MA (Hons), Peneliti Ahli Utama IV/e pada Pusat Penelitian Politik LIPI dengan fokus kajian mengenai partai politik, pemilu, ketewakilan politik, pemikiran politik, politik Islam dan masalah kebangsaan. Pada edisi bulan April 2018 ini, tim website Puslit Politik LIPI menampilkan profil akademik pria berusia 41 tahun ini.

 

Firman menyelesaikan studi pada Departemen Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia pada tahun 2000 dan memperoleh gelar Master of Art dari Faculty of Asian Studies, Australian National University (ANU) dengan beasiswa Australian Development Scholarship (ADS). Pada saat kuliah di ANU, Firman meraih penghargaan Anthony Reid Award pada tahun 2007 sebagai mahasiswa berprestasi di fakultasnya. Kelulusannya yang dianggap memuaskan dengan nilai rata-rata High Distinction (HD) membuatnya lulus dengan predikat with Honors (Hons). Menjadi anggota pengurus pusat Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) dilakoninya selama studi di Australia. Selain itu, pada kurun waktu yang sama, Ia pernah pula terlibat beberapa penelitian terkait dengan perkembangan politik di Indonesia.

 

Firman kemudian melanjutkan Studi S-3 di School of Social Sciences and Humanities, University of Exeter, Inggris dengan dukungan beasiswa dari kampusnya dan Program Beasiswa Unggulan DIKTI Kemendibud. Studi doktoral ditempuhnya dengan relatif singkat (2,5 tahun) dengan disertasi berjudul Institutionalizing Islamic Political Parties in Indonesia: A Study of Internal Fragmentation and Cohesion in the Post Soeharto Era (1998-2008). Dirinya juga mendapatkan kesempatan melanjutkan program Post-Doctoral (2015) dan menjadi Research Fellow di University of Exeter pada tahun 2016-2017. Selama di Inggris, Ia juga sempat menjadi pembicara dalam beberapa seminar, termasuk seminar internasional, di antaranya di Oxford University dan SOAS, University of London.

 

Disertasinya yang kemudian diterbitkan oleh LIPI Press menjadi salah satu Buku Terbaik dan Buku Terlaris versi LIPI Press pada tahun 2016 dengan judul dalam versi bahasa Indonesia-nya Perpecahan dan Soliditas Partai Islam di Indonesia: Studi Kasus PKB dan PKS di Dekade Awal Reformasi. Kumpulan tulisannya di berbagai media cetak dibukukan pula pada tahun 2015 dengan judul Quo Vadis Demokrasi Kita?. Firman juga menjadi kontributor dalam beberapa buku, di antaranya Nasionalisme di Tapal Batas (2017), Globalization and Global Village Improving Electoral Practices: Case Studies and Practical Approaches, Sistem Presidensial dan Sosok Presiden Ideal (2012), Evaluasi Pemilu Legislatif 2009: Tinjauan atas Proses Pemilu, Strategi Kampanye, Perilaku Memilih dan Konstelasi Politik Hasil Pemilu (2009), Nasionalisme, Demokratisasi dan Identitas Primordialisme di Indonesia, Mereka Bicara PKS: Telaah Objektif Perjalanan Dakwah Politik PKS (2007), dan Keamanan di Perbatasan Indonesia-Timor Leste (2009). Tulisannya telah pula tersebar di sejumlah jurnal ilmiah baik nasional dan internasional dan di berbagai media cetak nasional seperti Republika, Seputar Indonesia, Harian Pelita, Media Indonesia, Koran Tempo, Kompas, the Jakarta Post dan Majalah Gatra. Pernah beberapa kali menjadi narasumber di beberapa stasiun TV maupun radio, seperti di TV One, Metro TV, Berita Satu, RCTI, SCTV, Reuters, ABC dan BBC, salah satu momen yang berkesan bagi Firman adalah saat menjadi salah satu narasumber pada acara Debat Capres pada Pilpres 2014 pada Sesi III bidang Ekonomi di TV One (2014).

 

Selain aktif dalam kegiatan penelitian, Firman juga menyempatkan diri untuk mengajar pada Departemen Ilmu Politik FISIP UI (Program Sarjana, Master dan Doktoral). Kegiatan terkait pengajaran di kampus ini telah dimulai sejak tahun 1997. Firman pernah menjadi asisten dosen dan kolega dalam tim pengajar dalam lingkup Departemen Ilmu Politik FISIP UI di antaranya dengan Prof. Miriam Budiardjo, Prof. Dr. Rahman Zainuddin, Prof. Dr. Maswadi Rauf dan Prof. Dr. Ahmad Suhelmi. Beberapa mata kuliah yang pernah dan tengah diampunya adalah Pengantar Ilmu Politik, Sistem Politik Indonesia, Pemikiran Politik Barat, Pemikiran Politik Islam, Kekuatan-Kekuatan Politik di Indonesia, Masalah-Masalah Demokrasi, dan Metodologi Ilmu Politik.  Firman juga pernah aktif sebagai peneliti dan terlibat dalam penelitian pada beberapa lembaga swadaya masyarakat seperti, Laboratarium Ilmu Politik/Pusat Kajian Politik FISIP UI, Center for Information and Development Studies (CIDES) dan CETRO.

 

Firman juga aktif menjadi narasumber atau konsultan di sejumlah lembaga, di antaranya Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas), Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Komunikasi dan Informasi, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), selain juga menjadi narasumber informal di beberapa kedutaan seperti Kedutaan Besar Singapura dan Rusia. Firman juga pernah dan tengah menjadi anggota dan pengurus beberapa institusi akademis seperti Association of Southeast Asian Studies in United Kingdom (ASEASUK), Consortium of Indonesia Political Research (CIPR), Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI), Ketua III Pengurus Pusat PPIA (hingga saat ini), serta menjadi anggota redaksi beberapa jurnal ilmiah seperti Jurnal Penelitian Politik, Jurnal Ilmu Politik, Power Conflict Democracy (PCD), Journal of Indonesia on Social Sciences and Humanities (JISSH).

 

Ditulis oleh: Ridho Imawan Hanafi